Bagi Surya, kemenangan itu bukan sekadar tentang unggul dalam perolehan suara. Sejak awal, ia mengatakan bahwa keputusannya maju sebagai calon kepala desa dilandasi keinginan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ia membawa cita-cita sederhana: membuat Desa Mekarwangi menjadi desa yang lebih baik, kuat, sejahtera, serta memiliki pemerintahan yang transparan.
“Prinsip saya bagaimana caranya saya bisa berguna untuk orang lain.”
Kalimat itu menjadi salah satu gambaran bagaimana Surya melihat jabatan yang kini akan diembannya.
Baginya, kepala desa bukan sekadar sebuah posisi. Begitu pula dengan jabatan pelayanan masyarakat lainnya, mulai dari lurah hingga ketua RT. Semua merupakan amanah untuk melayani warga.
Dukungan Datang dari Keluarga
Keputusan Surya untuk maju ternyata mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Keluarga, termasuk sang istri, memberikan dukungan. Begitu pula sebagian masyarakat yang mendorongnya untuk ikut dalam Pilkades.
Rangga, 19 tahun, salah seorang tetangga Surya, mengaku ikut merasakan kebahagiaan setelah Surya memenangkan pemilihan.
Ada cerita menarik di balik dorongan tersebut. Menurut Rangga, almarhum ayahnya pernah menyampaikan kepada Surya agar mencoba maju sebagai kepala desa.
Kini, dorongan itu berujung pada sebuah kenyataan: Surya akan segera dilantik sebagai Kepala Desa Mekarwangi.
Dari Kampung hingga Menjadi Perhatian Publik
Kisah Surya kemudian semakin dikenal setelah kemenangan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Bukan hanya karena ia memenangkan Pilkades, tetapi juga karena latar belakang pekerjaannya sebagai tukang pilah sampah.
Surya sendiri mengaku tidak menyangka kisahnya bisa menjadi viral.
Ia bahkan sempat bertemu dengan Dedi Mulyadi setelah kisahnya mendapat perhatian di media sosial.
Bagi Surya, perhatian tersebut diterimanya dengan rasa syukur.
Setelah Menang, Semua Warga Menjadi Masyarakatnya
Kini, perhatian publik bukan lagi menjadi bagian terpenting dari perjalanan Surya.
Ada amanah yang jauh lebih besar menantinya setelah pelantikan.
Ia ingin agar perbedaan pilihan dalam Pilkades berhenti setelah proses pemungutan suara selesai. Tidak ada lagi kelompok nomor satu atau nomor dua.
Semua warga Mekarwangi, menurutnya, adalah masyarakat yang harus dilayani.
“Ke depan semua itu masyarakat saya. Dan itu harus benar-benar kita bersatu untuk bagaimana caranya membangun Desa Mekarwangi.”
Perjalanan Surya pun memasuki babak baru.
Dari pekerjaan memilah sampah, ia kini bersiap memilah persoalan masyarakat dan mencari jalan keluar bersama warga.
Satu hal yang akan menentukan kisah berikutnya bukan lagi jumlah suara yang diperolehnya, tetapi bagaimana amanah tersebut dijalankan setelah ia resmi memimpin Desa Mekarwangi.
.png)
Komentar