Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku
kejahatan tidak lagi selalu datang dari lingkungan yang jauh dan asing. Banyak
kasus menunjukkan bahwa pelaku justru berada di tengah-tengah masyarakat, hidup
berdampingan dengan korban, bahkan terkadang dikenal sebagai pribadi yang
tampak biasa. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa tindak
kriminal seolah semakin mudah terjadi?
Banyak bentuk kejahatan yang dahulu hanya
kita saksikan dalam film kini muncul dalam kehidupan nyata. Kisah-kisah tentang
kekerasan ekstrem, manipulasi psikologis, hingga tindakan yang menyerupai
perilaku psikopat tidak lagi sekadar menjadi cerita fiksi. Berbagai peristiwa
tragis yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa batas antara layar hiburan
dan realitas terasa semakin tipis.
Tentu tidak adil jika seluruh kesalahan
ditimpakan kepada film atau media hiburan. Kejahatan lahir dari banyak faktor,
mulai dari lingkungan, pendidikan, kondisi ekonomi, hingga lemahnya kontrol
moral dan spiritual. Namun para ahli sosial dan psikologi telah lama
mengingatkan bahwa tontonan memiliki pengaruh terhadap cara berpikir dan
perilaku manusia. Psikolog Albert Bandura melalui teori Social Learning
menjelaskan bahwa manusia dapat belajar melalui pengamatan. Apa yang sering
dilihat, didengar, dan dikagumi berpotensi menjadi pola yang ditiru, baik
secara sadar maupun tidak sadar.
Ketika kekerasan terus-menerus
ditampilkan sebagai hiburan, ketika pergaulan bebas dianggap sesuatu yang
lumrah, dan ketika pelecehan dijadikan bahan candaan atau sensasi, maka lambat
laun sensitivitas moral masyarakat dapat melemah. Sesuatu yang dahulu dianggap
buruk perlahan menjadi biasa. Sesuatu yang dahulu mengundang rasa malu perlahan
kehilangan batasnya.
Karena itu, menjaga diri dan keluarga
hari ini tidak cukup hanya dengan mengunci pintu rumah. Kita juga perlu menjaga
apa yang masuk ke dalam pikiran dan hati. Tontonan bukan sekadar hiburan.
Tontonan adalah informasi, nilai, dan pesan yang terus berulang membentuk cara
pandang seseorang terhadap kehidupan.
Mari memilih tontonan yang menghadirkan
inspirasi, membangkitkan semangat, menumbuhkan empati, dan mengajak kepada
kebaikan. Cerita tentang perjuangan, pengorbanan, keteladanan, dan keberhasilan
dalam melakukan kebaikan akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan hiburan yang
hanya mempertontonkan kekerasan dan penyimpangan.
Sebab setiap kebaikan yang kita saksikan,
sebarkan, dan dukung dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Dan siapa tahu,
dari sebuah tontonan yang baik, lahir sebuah perubahan yang baik pula. Semoga
setiap kebaikan yang kita sebarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir
manfaatnya bagi kehidupan kita, dunia maupun akhirat.
.png)
Komentar