Ketika Kejahatan Menjadi Tontonan, dan Tontonan Menjadi Inspirasi -->

Iklan Semua Halaman

 

Ketika Kejahatan Menjadi Tontonan, dan Tontonan Menjadi Inspirasi

Pusatserviceacbekasi
Rabu, 24 Juni 2026

 


Belakangan ini masyarakat terus disuguhi berbagai berita kriminal yang menyayat hati. Hampir setiap hari muncul kasus baru yang mengejutkan publik. Mulai dari pelecehan, penganiayaan, hingga pembunuhan yang dilakukan dengan cara-cara yang sulit diterima akal sehat.

Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku kejahatan tidak lagi selalu datang dari lingkungan yang jauh dan asing. Banyak kasus menunjukkan bahwa pelaku justru berada di tengah-tengah masyarakat, hidup berdampingan dengan korban, bahkan terkadang dikenal sebagai pribadi yang tampak biasa. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa tindak kriminal seolah semakin mudah terjadi?

Banyak bentuk kejahatan yang dahulu hanya kita saksikan dalam film kini muncul dalam kehidupan nyata. Kisah-kisah tentang kekerasan ekstrem, manipulasi psikologis, hingga tindakan yang menyerupai perilaku psikopat tidak lagi sekadar menjadi cerita fiksi. Berbagai peristiwa tragis yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa batas antara layar hiburan dan realitas terasa semakin tipis.

Tentu tidak adil jika seluruh kesalahan ditimpakan kepada film atau media hiburan. Kejahatan lahir dari banyak faktor, mulai dari lingkungan, pendidikan, kondisi ekonomi, hingga lemahnya kontrol moral dan spiritual. Namun para ahli sosial dan psikologi telah lama mengingatkan bahwa tontonan memiliki pengaruh terhadap cara berpikir dan perilaku manusia. Psikolog Albert Bandura melalui teori Social Learning menjelaskan bahwa manusia dapat belajar melalui pengamatan. Apa yang sering dilihat, didengar, dan dikagumi berpotensi menjadi pola yang ditiru, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Ketika kekerasan terus-menerus ditampilkan sebagai hiburan, ketika pergaulan bebas dianggap sesuatu yang lumrah, dan ketika pelecehan dijadikan bahan candaan atau sensasi, maka lambat laun sensitivitas moral masyarakat dapat melemah. Sesuatu yang dahulu dianggap buruk perlahan menjadi biasa. Sesuatu yang dahulu mengundang rasa malu perlahan kehilangan batasnya.

Karena itu, menjaga diri dan keluarga hari ini tidak cukup hanya dengan mengunci pintu rumah. Kita juga perlu menjaga apa yang masuk ke dalam pikiran dan hati. Tontonan bukan sekadar hiburan. Tontonan adalah informasi, nilai, dan pesan yang terus berulang membentuk cara pandang seseorang terhadap kehidupan.

Mari memilih tontonan yang menghadirkan inspirasi, membangkitkan semangat, menumbuhkan empati, dan mengajak kepada kebaikan. Cerita tentang perjuangan, pengorbanan, keteladanan, dan keberhasilan dalam melakukan kebaikan akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan hiburan yang hanya mempertontonkan kekerasan dan penyimpangan.

Sebab setiap kebaikan yang kita saksikan, sebarkan, dan dukung dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Dan siapa tahu, dari sebuah tontonan yang baik, lahir sebuah perubahan yang baik pula. Semoga setiap kebaikan yang kita sebarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi kehidupan kita, dunia maupun akhirat.